Piala Dunia Qatar yang digelar di bulan Juni dan Juli dikhawatirkan dapat berlangsung nyaman bagi tim peserta dan para penonton karena iklim gurun yang bertemperatur tinggi. Sejumlah pihak mulai menyuarakan agar waktu penyelenggaraan turnamen digeser ke awal tahun ketika negara kawasan Teluk itu memasuki musim dingin.
"Kami mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia untuk musim panas," tegas Al Thawadi dalam konferensi Leaders in Football.
"Kalau semua komite sepakbola internasional memintanya dimainkan musim dingin, kami tetap takkan menghentikan upaya mengembangkan teknologi pendingin udara."
"Teknologi itu sedang diimplementasikan saat ini dalam skala yang lebih kecil di area terbuka. Purwarupa sudah ada, begitu pula halnya dengan investasi dan riset."
"Ketika kami mengatakan teknologi pendingin udara akan dikembangkan antara sekarang dan 2022, artinya kami berupaya setiap detik, setiap hari untuk mengembangkan sains. Bagi kami, waktu sepuluh tahun sudah cukup."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar